#1:Kisah Cinta Putri DA yang Dipinang oleh Anak Pengusaha Batu Bara, Memberi Uang Panai Sebanyak Rp 2 Miliar
Jakarta Putri Isnari, yang lebih dikenal sebagai Putri DA, saat ini telah dipinang oleh seorang pengusaha batu bara terkemuka di Kalimantan Timur, yakni Abdul Aziz. Sebelum menggelar pernikahan resmi, Putri DA menyelenggarakan acara Mappenre Dui, sebuah upacara adat Bugis di mana pihak perempuan mengenakan baju bodo dan mengundang sanak saudaranya.
Acara tersebut diadakan di salah satu hotel berbintang di Balikpapan, Kalimantan Timur. Abdul Aziz, sebagai calon suami, memberikan uang panai atau seserahan sebesar Rp 2 Miliar kepada Putri DA. Kejadian ini menciptakan kehebohan di kalangan netizen dan memicu beragam komentar yang turut mendoakan kelancaran pernikahan Putri DA.
Semoga Pernikahannya kelak dihargai melebihi uang hantarannya. Langgeng sampai tua,” tulis salah satu warganet.
Ikut seneng & bahagia ka.. Semoga vibes kebahagiaannya.. Berkelimpahan rezekinya.. Allah Ta'alla mudahin juga buat kita semua, rezeki banget di Ratu in kaya gt..” tulis salah satu warganet.
Berikut potret Putri DA dirangkum Rabu (24/01/2024).
Home » Posts filed under jasa pasang iklan di google
Monday, January 29, 2024
Kisah Cinta Putri DA yang Dipinang oleh Anak Pengusaha Batu Bara, Memberi Uang Panai Sebanyak Rp 2 Miliar
Sunday, December 3, 2023
Cerita Mahfud Md Saat Jabat Ketua MK, Tak Punya Pengawal Usai Bongkar Kasus Cicak vs Buaya
#1:Cerita Mahfud Md Saat Jabat Ketua MK, Tak Punya Pengawal Usai Bongkar Kasus Cicak vs Buaya
Jakarta - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga Mahfud MD mengenang saat ia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010 silam.
Mahfud berujar, salah satu kenangan yang membekas saat menjadi Ketua MK adalah ketika membongkar kasus Cicak vs Buaya Jilid I atau saat Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji kesal karena telepon genggamnya disadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menyidik kasus Bank Century.
"Saya membongkar kasus mafia peradilan yang dilakukan secara bersama-sama oleh Polri, Kejaksaan Agung, pengacara, LPSK dalam kasus cicak-buaya yang pertama yang melibatkan Susno Duadji," kata Mahfud di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2023).
Mahfud mengatakan, kala itu ia membongkar bahwa dua pimpinan KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto harus dikriminalisasi. Namun, justru polisi menarik seluruh pengawal dan ajudannya setelah mengungkapkan kasus itu.
"Nah waktu itu saya bongkar perselingkuhan itu, perselingkuhan di antara penegak hukum itu. Ada rekaman, rekaman pembicaraan untuk mempenjarakan saudara Chandra Hamzah dan Bibit Samad," ujar Mahfud.
"Sesudah itu seluruh ajudan dan pengawal saya ditarik oleh polisi, sehingga saya jalan sendirian. Saya bilang, kalau begitu caranya saya mau nyewa bodyguard swasta pada waktu itu," sambungnya.
